Sabtu, 06 Oktober 2018

Proposal Kerja Praktek Teknik Pertambangan



STUDI DESAIN PIT PENAMBANGAN ENDAPAN NIKEL PADA PT.  ANTAM Tbk. UBPN SULTRA, KABUPATEN KOLAKA


 



PROPOSAL  KERJA PERAKTEK

Diajukan Untuk Memenuhi 
Program Studi Teknik Pertambangan
Fakultas Sains Dan Teknologi
Universitas Sembilanbelas November
kolaka

Oleh :
MUH.FIRMAN ASRI
C1A214041

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SEMBILANBELAS N0VEMBER
KOLAKA
2016

A.       PENDAHULUAN

Latar Belakang Penelitian
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam misalnya  mineral dan batubara. Kekayaan alam yang berupa mineral dan batubara ini, sebagian telah selesai dilakukan eksplorasi dan sebagian masih dalam proses perijinan maupun masih dalam tahap melakukan eksplorasi. Negara yang berkembang seperti Indonesia cukup bergantung pada devisa dari hasil pengilahan sumber daya alamnya. Ketersiadaan lapangan kerja karena adanya industri pertambangan menjadi salah satu nilai tambah akan pengolahan sumber daya alam Indonesia selama ini.
Masalah perencanaan tambang merupakan masalah yang kompleks karena merupakan problem geometrik tiga dimensi yang selalu berubah dengan waktu. Geometri tambang bukan satu-satunya parameter yang berubah dengan waktu. Parameter-parameter ekonomis penting yang lain pun sering merupakan fungsi waktu pula.
Pengkajian tahapan penambangan merupakan salah-satu bagian penting dalam perencanaan suatu pekerjaan tambang, karena menyangkut aspek teknis dan ekonomis suatu proyek penambangan. Aspek teknis meliputi rancangan teknis metode penambangan, kebutuhan alat utama dan pendukung, sedangkan aspek ekonomis meliputi biaya produksi dan operasi.
PT. Multi Mineral Utama Nusantara adalah perusahan yang bergerak dalam bidang pertambangan. Untuk melakukan proses eksploitasi, terlebih dahulu harus dilakukan perencanaan tambang yang terukur dan akurat, salah satunya adalah desain pit penambangan. Perencanaan yang akan dibuat dalam mendesain pit penambangan adalah menghitung stripping ratio dan geometri jenjang tunggal sehingga dapat dirancang pit penambangan yang aman dan ekonomis.
Sesuai dengan pemaparan diatas, penulis bermaksud mengambil judul tugas akhir tentang “ Studi Desain Pit Penambangan Endapan Nikel pada PT. Multi Mineral Utama Nusantara
B.        Rumusan Masalah
1.1  Identifikasi Masalah
Adapun permasalahan yang ingin diketahui dalam penelitian ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
v  Nilai stripping ratio daerah penelitian yang belum diketahui
v  Desain penambangan yang aman dan ekonomis pada daerah penelitian
1.2   Permasalahan
Adapun permasalahan yang menjadi perhatian penulis adalah :
v  Berapa nilai stripping ratio daerah penelitian ?
v  Mendesain pit penambangan yang aman dan ekonomis berdasarkan bentuk ore?

1.3   Batasan Masalah
Dalam penelitian ini dibatasi hanya pada perhitungan nilai stripping ratio dan mendesain pit penambangan pada PT. Multi Mineral Utama Nusantara.

C.      Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
v  Untuk mengetahui layak tidaknya ore pada daerah penelitian untuk ditambang berdasarkan nilai stripping ratio.
v  Membuat desain pit penambangan yang aman dan ekonomis berdasarkan bentuk ore.
D.      Metode Penelitian
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan dilakukannya penelitian lapangan kemudian dilanjutkan dengan studi pustaka dan menganalisis keduanya untuk mendapatkan penyelesaian masalah sesuai yang diharapkan.
Adapun urutan penelitian adalah sebagai berikut :
v  Penelitian Lapangan
Melakukan pengamatan secara langsung di lapangan, dan mencari informasi pendukung yang berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas, yang bertujuan agar penelitian yang dilakukan tidak meluas.
v  Studi Pustaka
Mencari bahan-bahan pustaka yang berkaitan dengan permasalahan, yang diperoleh dari :
§  Instansi yang terkait
§  Perpustakaan
§  Brosur-brosur, grafik, tabel dan informasi dari data perusahaan.
v  Pengambilan Data
         Teknik pengambilan data yang dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a.    Data Primer, yaitu data yang dikumpulkan berdasarkan pengamatan langsung di lapangan. Data-data yang dimaksudkan antara lain :
·      Data dimensi alat angkut
b.    Data Sekunder, yaitu data yang bersumber dari literatur-literatur maupun laporan hasil penelitian sebelumnya yang dapat memberikan informasi dalam pemecahan masalah pada penelitian ini di antaranya
·           Data blok model daerah penelitian dan peta topografi daerah penelitian.
·            Data geoteknik daerah penambangan yang meliputi density    batuan(γ), nilai kohesi (C) dan sudut geser dalam (φ).
·            Data ongkos-ongkos penambangan dan pengolahan bijih serta harga komoditas.
·       Peta lokasi dan kesampaian daerah penelitian.
·           Informasi geologi daerah penelitian.
·           Data iklim dan curah hujan daerah penelitian
·           Data aktivitas penambanagan daerah penelitian
v  Pengolahan data
         Pengolahan data dilakukan melalui beberapa perhitungan menggunakan program Microsoft Excel 2007 dan untuk mendesain pit menggunakan program Surpac 6.1.2
v  Teknik analisis data
Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengecek kelengkapan data serta pengisisan data itu sendiri, kemudian mengolah data-data yang telah ada sehingga dapat dilakukan suatu studi komperatif dengan kondisi sebenarnya sesuai data tersebut.
E.       Pemecahan Masalah
Untuk mendesain pit penambangan, maka tahap-tahap yang dilakukan adalah sebagai berikut:
v  Menghitung nilai stripping ratio daerah penelitian.
v  Selanjutnya menghitung geometri jenjang pit penambangan.
v  Mendesain pit penambangan menggunakan surpac 6.1.2
v  Dan menghitung Ultimate pit slope dari desain pit yang telah dibuat yaitu menghitung faktor kemantapan lereng menggunakan metode Hoek and Bray, menghitung nilai net Profit dan menghitung nilai (Break Even Stripping Ratio) BESR2.


F.     Landasan teori
*  Pengertian Perencanaan
Perencanaan adalah penentuan persyaratan dalam mencapai sasaran, kegiatan serta urutan teknik pelaksanaan berbagai macam kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran yang diinginkan. Pada dasarnya perencanaan dibagi atas 2 bagian utama, yaitu:
v  Perencanaan strategis yang mengacu kepada sasaran secara menyeluruh, strategi pencapaiannya serta penentuan cara, waktu dan biaya.
v  Perencanaan operasianal, menyangkut teknik pengerjaan dan penggunaan sumber daya untuk mencapai sasaran.
Dari dasar perencanaan tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa suatu perencanaan akan berjalan dengan menggunakan dua pertimbangan yaitu pertimbangan ekonomis dan pertimbangan teknis. Untuk merealisasikan perencanaan tersebut dibutuhkan suatu program-program kegiatan yang sistematis berupa rancangan kegiatan yang dalam perencanaan penambangan disebut rancngana teknis penambangan.
Rancangan teknis ini sangat dibutuhkan karena merupakan landasan dasar atau konsep dasar dalam pembukaan suatu tambang khususnya tambang bijih tembaga.
*    Cadangan Bijih
Salah satu tahapan dalam mendesain pit penambangan adalah mengetahui volume endapan bijih dalam menghitung cadangannya. Untuk setiap blok atau lubang harus dihitung kualitas dan kuantitasnya dengan baik. Dengan menggunakan data hasil blok model dan perhitungan cadangan maka desain pit penambangan dapat dibuat.
Penentuan jumlah cadangan atau jumlah sumberdaya mineral yang memiliki nilai ekonomis atau akan ditambang adalah suatu hal yag pertama harus dikaji, dihitung secara benar sesuai standar perhitungan cadangan yang berlaku, karena akan berpengaruh terhadap optimalisasi rencana usaha tambang, umur tambang dan hasil yang akan diperoleh. Dalam hal penentuan cadangan, langkah yang diperlukan antara lain:
v  Memadai atau tidaknya kegiatan dan hasil eksplorasi
v  Kebenaran penyebaran dan kualitas cadangan berdasarkan korelasi seluruh data eksplorasi seperti pemboran dan analisis conto.
v  Kelayakan penetuan batas cadangan, seperti Cut of Greade (COG), Stripping Ratio (SR), kedalaman maksimum penambangan, ketebalan minimum dan sebagainya.
Penaksiran cadangan merupakan salah satu tugas terpenting dan memiliki tanggung jawab yang berat dalam mengevaluasi suatu proyek penambangan. Hasil dari penaksiran cadangan ini berupa suatu taksiran. Seperti model yang kita buat adalah pendekatan dari realitas berdasarkan data/informasi yang kita mliki, dan tentunya masih memilki ketidakpastian. Data utama yang diperlukan untuk menentukan taksiran cadangan bijih dapat brupa data geologi, data kadar, data lokasi, peta topografi.
Untuk menghitung tonae ore(ton) diperoleh dari hasil kali volume ore (m3) dengan density batuan (ton/m3).
Tonase Ore    =    Volume x Density ……………………….(3.1)
Untuk menghitung tonase mneral yang terdapat didalam ore diperoleh dari hasil kali tonase ore (ton) dengan kadar rata-rata.
Tonase Mineral   =  Tonase Ore x Krata-rata……………… (3.2)
*        Pertimbangan Dasar perencanaan Tambang
Dalam suatu perencanaan tambang khususnya tambang bijih terdapat dua pertimbangan dasar yang perlu diperhatikan, yaitu:
v  Pertimbangan Ekonomis
v  Pertimbangan Teknis
*   Dasar Pemilihan Sistem Penambangan
Dengan perkembangan teknlogi, sistem penambangan dibagi dalam tiga sistem penambangan yaitu:
Ø  Tambang terbuka yaitu sistem penambangan yang seluruh kegiatan penambangannya berhubungan langsung dengan udara luar.
Ø  Tambang bawah tanah yaitu sistem penambangan yang aktivitas penambangannya berhubungan lansung dengan udara luar.
Ø  Tambang bawah air (Under water Mining)
Dalam penentuan sistem penambangan yang akan digunakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya adalah:
§  Letak kedalaman  endapan apakah dekat dengan permukaan bumi atau jauh dari permukaan.
§  Pertimbangan ekonomis yang tujuannya untuk memperoleh keuntungan yang maksimal dengan “Mining Recovery” yang maksimal dan relatif aman.
§  Pertimbangan teknis
§  Pertimbanagn teknologi.
Pada pemilihan sistem penambangan secara tambang terbuka ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan sistem penambangan, yaitu :
§  Jumlah tanah penutup
§  Jumlah cadangan bijih
§  Batas penambanagan (Pit Limit) dan  Stripping Ratio
*  Perancangan Pit Penambangan (Pit Limit Design)
§  Sudut Lereng
Ø  Geometri Jenjang
§  Jalan Angkut
Ø  Letak Jalan Keluar Tambang
Ø  Lebar Jalan
Ø  Kemiringan Jalan
*  Ukuran Jenjang (Bench dimension)
Geometri jenjang mencakup seluruh aspek yang berhubungan dengan kenampakan visual lereng, yaitu : orientasi lereng, kemiringan lereng, tinggi lereng dan lebar bench. Orientasi lereng menentukan tipe longsoran yang mungkin terjadi.
Secara umum jika suatu lereng mempunyai kemiringan yang tetap, maka penambahan tinggi lereng akan mengakibatkan penurunan kemantapan lereng yang bersangkutan karena berat lereng yang harus ditahan oleh kekuatan geser tanah semakin besar.
Sehubungan dengan hal tersebut, penambahan tinggi lereng yang lebih kecil untuk menjaga agar lereng tetap mantap. Lebar jenjang (bench) akan menentukan besarnya sudut (kemiringan) lereng pada saat analisis kemantapan untuk lereng keseluruhan. Semakin besar lebar jenjang, semakin kecil sudut lereng keseluruhan.
Adapun untuk menghitung tinggi kritis jenjang dengan pertimbangan keamanan, maka salah satu ahli mekanika yaitu Taylor merumuskan sebagai berikut:
Hc   =  2c  tan (450 + 1/2 φ0 )…………………………….(3.4)
           γ
                             
                     dimana   :
                                    Hc       =  Ketinggian Kritis
                                    C         =   Kohesive Shearing Strengh (ton/m3)
                              Φ         =   Sudut geser dalam
                              γ          =  Berat jenis material (ton/m3)
Sedangkan untuk perhitungan lebar jenjang, menurut L. Sheyyakov, lebar jenjang tergantung pada metoda penggalian dan kekerasan material yang ditambang.
Persamaannya untuk material keras adalah :
B  =  N + L + L1 + 12…………………………………(3.5)
dimana :
B                        =  lebar jenjang (m)
N            =  lebar yang dibutuhkan untuk broken material, m
L            =  jarak antara sisi jenjang denagn rel, 3-4 m
L1          =  lebar lori  biasanya 1,75 – 3,00 meter/lebar alat angkut
L2          =  jarak untuk menjaga agar tidak longsor, biasanya selebar dump truck, m
* Ultimate Pit Slope
 Ultimate pit slope adalah batas akhir atau paling luar dari suatu tambang terbuka yang masih diperbolehkan dan pada kemiringan ini jenjang masih tetap mantap (stabil).
Jadi dalam penentuan kemiringan lereng suatu tambang harus ditinjau dari dua segi, yaitu:
§  Dari segi ekonomis masih menguntungkan.
§  Dari segi teknis keamanannya bias dijamin.

*  Break Even Strippng Ratio (BESR2) dan Net Profit
Dalam rangka pengembanagn rencana penambangan digunakan Break Even Stripping Ratio (BESR2) dengan rumus sebagai berikut.
BESR2 =  (Pendapatan – Ongkos penambagan & Pengolahan ) / Ton Bijih 
                                   Ongkos Pengupasan (Waste)

BESR2 ini biasanya disebut nisbah pengupasan ekonomi yang menunjukkan besarnya keuntungan yang bias diperoleh bila endapan bahan galian itu ditambang secara tambang terbuka. Bila nilai BESR2 > 1, maka tambang terbuka tersebut dapat meraih keuntungan. Tetapi bila BESR2 = 1, maka penambangan tersebut hanya mencapai pulang pokok  atau impas yang biasanya terjadi pada Break Even Cut Of Greade (BECOG). Keuntungan keseluruhan (Net Profit) penambangan dapat dihitung dengan menggunakan rumus dibawah ini, yaitu:
Net Profit = nilai endapan – (ongkos penambangan + ongkos pegolahan + ongkos pemurnian).

*  Analis Kemantapan Lereng
Kemantapan (stablitas) lereng merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam pekerjaan yang berhubungan dengan penggalian dan penimbunan tanah, batuan dan bahan galian, karena menyangkut persoalan keselamatan manusia (pekerja), keamanan peralatan serta kelancaran produksi. Keadaan ini berhubungan dengan berbagai macam pekerjaan, misalnya pada pembuatan jalan, bendungan, penggalian untuk konstruksi, penambangan dan lain-lain.
Dalam menentukan kestabilan dan kemantapan lereng dikenal istilah factor keamanan (safety factor) yang merupakan perbandingan antara gaya-gaya yang menahan gerakan terhadap gaya-gaya yang menggerakkan tanah tersebut, dimana untuk keadaan:
F > 1,0  :  lereng dalam keadaan mantap
F = 1,0  :  lereng dalam keadaan seimbang, dan siap untuk longsor
F < 1,0  :  lereng tidak mantap
G.      Peralatan dan Fasilitas

Untuk kelancaran jalannya penelitian, peralatan dan fasilitas yang diperlukan diharapkan dapat disediakan oleh perusahan PT.  Multi Mineral Utama Nusantara selama penelitian berlangsung

H.     Perencanaan Waktu Pelaksanaan Penelitian


Kegiatan pelaksanaan tugas akhir  pada PT. Multi Mineral Utama Nusantara direncanakan  pada bulan  Mei 01– 31 Juni 2011 





RENCANA WAKTU PELAKSANAAN TUGAS AKHIR 2011


BULAN
MEI

JUNI

Minggu
I
II
III
IV
I
II
III
IV
Studi Literatur
 
 
 





Observasi Lapangan
 
 
 





Pengambilan Data
 
 
 





Pengolahan Data
 
 
 





Penyusunan Draft
 
 
 






I.       Rencana biaya penelitian tugas akhir (TA)
1.      Biaya transportasi Makassar – …….(PP)
2.      Biaya konsumsi selama penelitian
3.      Biaya penginapan selama penelitian
4.      Biaya penyusunan skripsi
5.      Biaya seminar skripsi
6.      Biaya ujian skripsi
J.      Penutup
Demikian proposal ini dibuat, untuk menjadi pertimbangan dari Bapak /Ibu, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Rencana Daftar Pustaka        
Arif Irwandy, Adisoma Gatut S, 2002, “ Perencanaan Penambangan” , Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral ITB: Bandung
Karyono, 2004, “Kemantapan Lereng Batuan,” Diklat Perencanaan Tambang Terbuka UNISBA: Bandung  
Nurhakim , 2005, “Tambang Terbuka” , Direktorat Jendral Pertambangan Universitas Lambung Mangkurat: Banjarbaru   
Prodjosumarto Partanto, 2004, “ Pengantar Perencanaan Tambang”, Diklat Perencanaan Tambang Terbuka UISBA: Bandung
Sukandarrumidi, 2007, “Geologi Mineral Logam” . Gadjah Mada University Press: Yogyakarta
Suryanto,dkk,2003, Good Mining Practice, Jurusan Pertambangan UPN:Yogyakarta
………… , …, “Tambang Terbuka” Fakultas Teknik  Pertambangan Universitas Veteran Republik Indonesia : Makassar

Proposal Kerja Praktek Teknik Pertambangan

STUDI DESAIN PIT PENAMBANGAN ENDAPAN NIKEL PADA PT.   ANTAM Tbk. UBPN SULTRA, KABUPATEN KOLAKA   PROP...