STUDI DESAIN PIT PENAMBANGAN
ENDAPAN NIKEL PADA
PT. ANTAM Tbk. UBPN SULTRA, KABUPATEN KOLAKA
PROPOSAL KERJA PERAKTEK
Diajukan Untuk Memenuhi
Program Studi Teknik Pertambangan
Fakultas Sains Dan Teknologi
Universitas Sembilanbelas November
kolaka
Oleh :
MUH.FIRMAN ASRI
C1A214041
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SEMBILANBELAS N0VEMBER
KOLAKA
2016
A. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Penelitian
Indonesia
merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam misalnya mineral dan batubara. Kekayaan alam yang
berupa mineral dan batubara ini, sebagian telah selesai dilakukan eksplorasi
dan sebagian masih dalam proses perijinan maupun masih dalam tahap melakukan
eksplorasi. Negara yang berkembang seperti Indonesia cukup bergantung pada
devisa dari hasil pengilahan sumber daya alamnya. Ketersiadaan lapangan kerja
karena adanya industri pertambangan menjadi salah satu nilai tambah akan
pengolahan sumber daya alam Indonesia selama ini.
Masalah
perencanaan tambang merupakan masalah yang kompleks karena merupakan problem
geometrik tiga dimensi yang selalu berubah dengan waktu. Geometri tambang bukan
satu-satunya parameter yang berubah dengan waktu. Parameter-parameter ekonomis
penting yang lain pun sering merupakan fungsi waktu pula.
Pengkajian
tahapan penambangan merupakan salah-satu bagian penting dalam perencanaan suatu
pekerjaan tambang, karena menyangkut aspek teknis dan ekonomis suatu proyek
penambangan. Aspek teknis meliputi rancangan teknis metode penambangan,
kebutuhan alat utama dan pendukung, sedangkan aspek ekonomis meliputi biaya
produksi dan operasi.
PT.
Multi Mineral Utama Nusantara adalah perusahan yang bergerak dalam bidang
pertambangan. Untuk melakukan proses eksploitasi, terlebih dahulu harus
dilakukan perencanaan tambang yang terukur dan akurat, salah satunya adalah
desain pit penambangan. Perencanaan yang akan dibuat dalam mendesain pit
penambangan adalah menghitung stripping
ratio dan geometri jenjang tunggal sehingga dapat dirancang pit penambangan
yang aman dan ekonomis.
Sesuai
dengan pemaparan diatas, penulis bermaksud mengambil judul tugas akhir tentang
“ Studi Desain Pit Penambangan Endapan Nikel
pada
PT. Multi Mineral Utama Nusantara
B.
Rumusan
Masalah
1.1 Identifikasi Masalah
Adapun permasalahan yang ingin diketahui dalam penelitian
ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
v
Nilai stripping ratio daerah penelitian yang belum diketahui
v
Desain
penambangan yang aman dan ekonomis pada daerah penelitian
1.2 Permasalahan
Adapun permasalahan yang menjadi perhatian penulis adalah :
v
Berapa
nilai stripping ratio daerah
penelitian ?
v Mendesain
pit penambangan yang aman dan ekonomis berdasarkan bentuk ore?
1.3 Batasan Masalah
Dalam
penelitian ini dibatasi hanya pada perhitungan nilai stripping ratio dan mendesain pit penambangan pada PT. Multi Mineral Utama Nusantara.
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
v Untuk mengetahui layak tidaknya ore pada daerah penelitian untuk
ditambang berdasarkan nilai stripping
ratio.
v Membuat desain pit penambangan yang aman
dan ekonomis berdasarkan bentuk ore.
D. Metode Penelitian
Metode
yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan dilakukannya penelitian lapangan
kemudian dilanjutkan dengan studi pustaka dan menganalisis keduanya untuk
mendapatkan penyelesaian masalah sesuai yang diharapkan.
Adapun urutan penelitian adalah sebagai berikut :
v Penelitian Lapangan
Melakukan pengamatan secara langsung di
lapangan, dan mencari informasi pendukung yang berkaitan dengan permasalahan
yang akan dibahas, yang bertujuan
agar penelitian yang dilakukan tidak meluas.
v Studi Pustaka
Mencari bahan-bahan pustaka yang berkaitan dengan
permasalahan, yang diperoleh dari :
§
Instansi
yang terkait
§
Perpustakaan
§
Brosur-brosur,
grafik, tabel dan informasi dari data perusahaan.
v Pengambilan Data
Teknik
pengambilan data yang dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Data
Primer, yaitu data yang dikumpulkan berdasarkan pengamatan langsung di
lapangan. Data-data yang dimaksudkan antara lain :
·
Data
dimensi alat angkut
b. Data Sekunder, yaitu data yang bersumber dari literatur-literatur maupun laporan hasil
penelitian sebelumnya yang dapat memberikan informasi dalam pemecahan masalah
pada penelitian ini di
antaranya
·
Data
blok model daerah penelitian dan peta topografi daerah penelitian.
·
Data geoteknik daerah penambangan yang
meliputi density batuan(γ), nilai
kohesi (C) dan sudut geser dalam (φ).
·
Data ongkos-ongkos penambangan dan pengolahan
bijih serta harga komoditas.
· Peta lokasi dan
kesampaian daerah penelitian.
·
Informasi
geologi daerah penelitian.
·
Data
iklim dan curah hujan daerah penelitian
·
Data
aktivitas penambanagan daerah penelitian
v Pengolahan
data
Pengolahan
data dilakukan melalui beberapa perhitungan menggunakan program Microsoft Excel
2007 dan untuk mendesain pit menggunakan program Surpac 6.1.2
v
Teknik analisis data
Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengecek
kelengkapan data serta pengisisan data itu sendiri, kemudian mengolah data-data
yang telah ada sehingga dapat dilakukan suatu studi komperatif dengan kondisi
sebenarnya sesuai data tersebut.
E.
Pemecahan
Masalah
Untuk mendesain pit penambangan, maka tahap-tahap yang
dilakukan adalah sebagai berikut:
v Menghitung
nilai stripping ratio daerah
penelitian.
v Selanjutnya
menghitung geometri jenjang pit penambangan.
v Mendesain pit penambangan menggunakan surpac 6.1.2
v Dan
menghitung Ultimate pit slope dari
desain pit yang telah dibuat yaitu menghitung faktor kemantapan lereng
menggunakan metode Hoek and Bray, menghitung nilai net Profit dan menghitung
nilai (Break Even Stripping Ratio)
BESR2.
F. Landasan teori
Perencanaan adalah penentuan persyaratan
dalam mencapai sasaran, kegiatan serta urutan teknik pelaksanaan berbagai macam
kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran yang diinginkan. Pada dasarnya
perencanaan dibagi atas 2 bagian utama, yaitu:
v
Perencanaan strategis yang mengacu kepada
sasaran secara menyeluruh, strategi pencapaiannya serta penentuan cara, waktu
dan biaya.
v
Perencanaan operasianal, menyangkut teknik
pengerjaan dan penggunaan sumber daya untuk mencapai sasaran.
Dari dasar perencanaan tersebut
diatas, dapat disimpulkan bahwa suatu perencanaan akan berjalan dengan
menggunakan dua pertimbangan yaitu pertimbangan ekonomis dan pertimbangan
teknis. Untuk merealisasikan perencanaan tersebut dibutuhkan suatu
program-program kegiatan yang sistematis berupa rancangan kegiatan yang dalam
perencanaan penambangan disebut rancngana teknis penambangan.
Rancangan teknis ini sangat
dibutuhkan karena merupakan landasan dasar atau konsep dasar dalam pembukaan
suatu tambang khususnya tambang bijih tembaga.
Salah satu tahapan dalam mendesain
pit penambangan adalah mengetahui volume endapan bijih dalam menghitung
cadangannya. Untuk setiap blok atau lubang harus dihitung kualitas dan
kuantitasnya dengan baik. Dengan menggunakan data hasil blok model dan
perhitungan cadangan maka desain pit penambangan dapat dibuat.
Penentuan jumlah cadangan atau jumlah
sumberdaya mineral yang memiliki nilai ekonomis atau akan ditambang adalah
suatu hal yag pertama harus dikaji, dihitung secara benar sesuai standar
perhitungan cadangan yang berlaku, karena akan berpengaruh terhadap
optimalisasi rencana usaha tambang, umur tambang dan hasil yang akan diperoleh.
Dalam hal penentuan cadangan, langkah yang diperlukan antara lain:
v
Memadai atau tidaknya kegiatan dan hasil
eksplorasi
v
Kebenaran penyebaran dan kualitas cadangan
berdasarkan korelasi seluruh data eksplorasi seperti pemboran dan analisis
conto.
v
Kelayakan penetuan batas cadangan, seperti Cut
of Greade (COG), Stripping Ratio (SR), kedalaman maksimum penambangan,
ketebalan minimum dan sebagainya.
Penaksiran cadangan merupakan salah
satu tugas terpenting dan memiliki tanggung jawab yang berat dalam mengevaluasi
suatu proyek penambangan. Hasil dari penaksiran cadangan ini berupa suatu
taksiran. Seperti model yang kita buat adalah pendekatan dari realitas
berdasarkan data/informasi yang kita mliki, dan tentunya masih memilki
ketidakpastian. Data utama yang diperlukan untuk menentukan taksiran cadangan
bijih dapat brupa data geologi, data kadar, data lokasi, peta topografi.
Untuk menghitung tonae ore(ton)
diperoleh dari hasil kali volume ore (m3) dengan density batuan
(ton/m3).
Tonase Ore =
Volume x Density ……………………….(3.1)
Untuk menghitung tonase mneral yang
terdapat didalam ore diperoleh dari hasil kali tonase ore (ton) dengan kadar rata-rata.
Tonase Mineral =
Tonase Ore x Krata-rata……………… (3.2)
Dalam suatu perencanaan tambang khususnya tambang bijih terdapat dua
pertimbangan dasar yang perlu diperhatikan, yaitu:
v
Pertimbangan Ekonomis
v
Pertimbangan Teknis
Dengan perkembangan teknlogi, sistem penambangan dibagi dalam tiga sistem
penambangan yaitu:
Ø
Tambang terbuka yaitu sistem penambangan yang
seluruh kegiatan penambangannya berhubungan langsung dengan udara luar.
Ø
Tambang bawah tanah yaitu sistem penambangan
yang aktivitas penambangannya berhubungan lansung dengan udara luar.
Ø
Tambang bawah air (Under water Mining)
Dalam penentuan sistem penambangan yang akan digunakan
ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya adalah:
§
Letak kedalaman
endapan apakah dekat dengan permukaan bumi atau jauh dari permukaan.
§
Pertimbangan ekonomis yang tujuannya untuk
memperoleh keuntungan yang maksimal dengan “Mining Recovery” yang maksimal dan
relatif aman.
§
Pertimbangan teknis
§
Pertimbanagn teknologi.
Pada pemilihan sistem
penambangan secara tambang terbuka ada beberapa faktor yang berpengaruh
terhadap pemilihan sistem penambangan, yaitu :
§
Jumlah tanah penutup
§
Jumlah cadangan bijih
§
Batas penambanagan (Pit Limit) dan Stripping Ratio
§
Sudut Lereng
Ø
Geometri Jenjang
§
Jalan Angkut
Ø
Letak Jalan Keluar Tambang
Ø
Lebar Jalan
Ø
Kemiringan Jalan
Geometri jenjang mencakup seluruh aspek yang berhubungan
dengan kenampakan visual lereng, yaitu : orientasi lereng, kemiringan lereng,
tinggi lereng dan lebar bench. Orientasi lereng menentukan tipe longsoran yang
mungkin terjadi.
Secara umum jika suatu lereng mempunyai kemiringan yang
tetap, maka penambahan tinggi lereng akan mengakibatkan penurunan kemantapan
lereng yang bersangkutan karena berat lereng yang harus ditahan oleh kekuatan
geser tanah semakin besar.
Sehubungan dengan hal tersebut, penambahan tinggi lereng yang
lebih kecil untuk menjaga agar lereng tetap mantap. Lebar jenjang (bench) akan
menentukan besarnya sudut (kemiringan) lereng pada saat analisis kemantapan
untuk lereng keseluruhan. Semakin besar lebar jenjang, semakin kecil sudut
lereng keseluruhan.
Adapun untuk menghitung tinggi kritis jenjang dengan
pertimbangan keamanan, maka salah satu ahli mekanika yaitu Taylor merumuskan
sebagai berikut:
Hc = 2c tan (450 + 1/2 φ0
)…………………………….(3.4)
dimana :
Hc = Ketinggian Kritis
C = Kohesive Shearing Strengh (ton/m3)
Φ = Sudut geser dalam
γ =
Berat jenis material (ton/m3)
Sedangkan untuk perhitungan lebar
jenjang, menurut L. Sheyyakov, lebar jenjang tergantung pada metoda penggalian
dan kekerasan material yang ditambang.
Persamaannya untuk
material keras adalah :
B
= N + L + L1 +
12…………………………………(3.5)
dimana :
B = lebar jenjang (m)
N =
lebar yang dibutuhkan untuk broken material, m
L =
jarak antara sisi jenjang denagn rel, 3-4 m
L1 =
lebar lori biasanya 1,75 – 3,00
meter/lebar alat angkut
L2 = jarak untuk menjaga agar tidak longsor,
biasanya selebar dump truck, m
Ultimate pit slope
adalah batas akhir atau paling luar dari suatu tambang terbuka yang masih
diperbolehkan dan pada kemiringan ini jenjang masih tetap mantap (stabil).
Jadi
dalam penentuan kemiringan lereng suatu tambang harus ditinjau dari dua segi,
yaitu:
§
Dari segi ekonomis masih menguntungkan.
§ Dari
segi teknis keamanannya bias dijamin.
Dalam
rangka pengembanagn rencana penambangan digunakan Break Even Stripping Ratio
(BESR2) dengan rumus sebagai berikut.
Ongkos Pengupasan (Waste)
BESR2
ini biasanya disebut nisbah pengupasan ekonomi yang menunjukkan besarnya
keuntungan yang bias diperoleh bila endapan bahan galian itu ditambang secara
tambang terbuka. Bila nilai BESR2 > 1, maka tambang terbuka tersebut dapat
meraih keuntungan. Tetapi bila BESR2 = 1, maka penambangan tersebut hanya
mencapai pulang pokok atau impas yang
biasanya terjadi pada Break Even Cut Of
Greade (BECOG). Keuntungan
keseluruhan (Net Profit) penambangan dapat dihitung dengan menggunakan rumus
dibawah ini, yaitu:
Net Profit = nilai endapan – (ongkos
penambangan + ongkos pegolahan + ongkos pemurnian).
Kemantapan (stablitas) lereng
merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam pekerjaan yang berhubungan
dengan penggalian dan penimbunan tanah, batuan dan bahan galian, karena
menyangkut persoalan keselamatan manusia (pekerja), keamanan peralatan serta
kelancaran produksi. Keadaan ini berhubungan dengan berbagai macam pekerjaan,
misalnya pada pembuatan jalan, bendungan, penggalian untuk konstruksi,
penambangan dan lain-lain.
Dalam menentukan kestabilan dan
kemantapan lereng dikenal istilah factor keamanan (safety factor) yang
merupakan perbandingan antara gaya-gaya yang menahan gerakan terhadap gaya-gaya
yang menggerakkan tanah tersebut, dimana untuk keadaan:
F > 1,0 :
lereng dalam keadaan mantap
F = 1,0 :
lereng dalam keadaan seimbang, dan siap untuk longsor
F < 1,0 : lereng tidak mantap
G. Peralatan dan Fasilitas
Untuk
kelancaran jalannya penelitian, peralatan dan fasilitas yang diperlukan
diharapkan dapat disediakan oleh perusahan PT.
Multi Mineral Utama Nusantara selama penelitian berlangsung
H. Perencanaan Waktu Pelaksanaan Penelitian
Kegiatan
pelaksanaan tugas akhir pada PT. Multi
Mineral Utama Nusantara direncanakan
pada bulan Mei 01– 31 Juni 2011
RENCANA WAKTU PELAKSANAAN TUGAS AKHIR 2011
|
BULAN
|
MEI |
JUNI |
||||||
Minggu |
I |
II |
III |
IV
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
|
Studi
Literatur
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Observasi
Lapangan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengambilan
Data
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengolahan
Data
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Penyusunan
Draft
|
|
|
|
|
|
|
|
|
I. Rencana
biaya penelitian tugas akhir (TA)
1. Biaya transportasi Makassar – …….(PP)
2. Biaya konsumsi selama penelitian
3. Biaya penginapan selama penelitian
4. Biaya penyusunan skripsi
5. Biaya seminar skripsi
6. Biaya ujian skripsi
J. Penutup
Demikian
proposal ini dibuat, untuk menjadi pertimbangan dari Bapak /Ibu, atas
perhatiannya diucapkan terima kasih.
Rencana
Daftar Pustaka
Arif
Irwandy, Adisoma Gatut S, 2002, “ Perencanaan
Penambangan” , Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral ITB: Bandung
Karyono,
2004, “Kemantapan Lereng Batuan,”
Diklat Perencanaan Tambang Terbuka UNISBA: Bandung
Nurhakim
, 2005, “Tambang Terbuka” ,
Direktorat Jendral Pertambangan Universitas Lambung Mangkurat: Banjarbaru
Prodjosumarto
Partanto, 2004, “ Pengantar Perencanaan
Tambang”, Diklat Perencanaan Tambang Terbuka UISBA: Bandung
Sukandarrumidi,
2007, “Geologi Mineral Logam” .
Gadjah Mada University Press: Yogyakarta
Suryanto,dkk,2003,
Good Mining Practice, Jurusan Pertambangan
UPN:Yogyakarta
…………
, …, “Tambang Terbuka” Fakultas
Teknik Pertambangan Universitas Veteran
Republik Indonesia : Makassar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar